Pergi demi Tugas Negara, Pulang demi Keluarga

Sosok yang sangat dinamis tercermin darinya. Senyum yang tak pernah hilang dari bibirnya, serta gurauan yang selalu membuat orang lain bisa tertawa. Dibalut dengan air muka yang memiliki aura entertainmen yang sangat menarik hati.
Undefined

Oleh: Lindarto Akhir Asmoro, Pegawai Direktorat Jenderal Pajak

Sosok yang sangat dinamis tercermin darinya. Senyum yang tak pernah hilang dari bibirnya, serta gurauan yang selalu membuat orang lain bisa tertawa. Dibalut dengan air muka yang memiliki aura entertainmen yang sangat menarik hati.

Kami hanya bertemu singkat, hanya dua minggu kami dipertemukan dalam Diklat Fungsional Dasar angkatan III tahun 2018 tanggal 12 -23 Februari 2018. Tepatnya di bulan Februari selama dua minggu kami ditempa di dalam Gedung Pusdiklat Pajak. Mulai jam 4.30 kami sudah harus memulai aktivitas diantara rasa kantuk yang mengiringi olahraga di pagi itu. Dalam sehari penuh kami diberikan materi serta tugas yang akan berakhir hingga larut malam, bahkan di hari terakhir pelatihan kami berada di ruang kelas sampai dengan pukul 04.00 WIB untuk menyelesaikan tugas pembuatan laporan Hasil Pemeriksaan Rutin Perpajakan.

Salah satu orang menjadi perhatian di dalam ruangan itu. Di dalam penatnya ruangan kelas dengan materi dan tugas-tugas, beliau sering berceletuk yang membuat pecah suara tawa dari seisi kelas. Tingkah dan polah yang seakan-akan tidak sadar akan kelucuanya, menambah gelak tawa bahkan sampai terpingkal dari kami seisi ruangan, pun juga para pengajar. Pak Toing sebagai pengajar kami menyebutnya pria paling tampan di kelas, karena memang aura ketampanan muncul darinya. Ya dia adalah Rivandi Pranata, pelaksana dari KPP Palembang Ilir Timur.

Bang Vandi kami menyebutnya merupakan sosok yang sangat dinamis dan humoris. Pria kelahiran 10 Januari 1990 ini selalu menyebut dia tidak mengerti apa yang diajarkan di kelas, tetapi pada saat ujian namanya berada di urutan paling atas dari kelas kami. Pun demikian dia malah tertawa lepas dan menganggap itu hanya keberuntungan dan bantuan rekan rekan sekelompoknya. Beliau ternyata juga memiliki suara yang sangat bagus, pada saat malam gemuruh kami menyanyi bersama sama dengan vocalisnya adalah bang Vandi, suaranya sangat bagus hingga kami mendapat penampilan terbaik di acara tersebut. Walaupun mengikuti Diklat Dasar fungsional, Bang Vandi mendapat pengakatan pertama sebagai Account Representatif di KPP Pratama Bangka. Agak terkejut tetapi itulah keputusan organisasi, dan beliau menjalaninya dengan senang hati.

Pagi itu tanggal 29 Oktober 2018 hari senin pagi beliau akan berangkat ke Pangkal Pinang untuk menuju KPP Bangka untuk menjalankan Tugas sebagai Abdi negara, dua bulan setelah beliau berpindah KPP Palembang IlirTimur ke KPP Bangka, dengan menggunakan Pesawat Lion Air JT610 jurusan Jakarta–Pangkal Pinang mengalami peristiwa nahas. Pesawat tersebut hilang kontak dan diinformasikan jatuh di teluk Karawang. Kejadian yang tidak disangka-sangka itu membawa serta 186 penumpang dan termasuk 12 orang sahabat kita dari DJP serta 21 Orang secara keseluruhan Pegawai Kementrian Keuangan.

Resiko pekerjaan yang mengharuskan terpisah dengan keluarga menjadi konsekuensi yang harus ditempuh bang Vandi dan teman teman di Kemenkeu. Jumat malam pulang dan minggu malam atau senin pagi sudah harus kembali ke tempat kerja untuk mengamankan penerimaan negara dari sektor pajak. Sungguh berat memang, tapi pilihan ini yang diambil dengan segala pertimbangan mulai dari pendidikan, kesehatan, sarana prasarana, hingga faktor ekonomi sebagian besar pegawai Ditjen Pajak yang tersebar di seluruh Indonesia.

Duka mendalam dirasakan seluruh pegawai Ditjen Pajak karena telah kehilangan sahabat terbaik, Pejuang APBN yang gugur dalam keberangkatan menjalankan tugas negara. Semoga sahabat sahabat kami memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan dan jalan terbaik dari-Nya.

Selamat jalan bang Vandi, terlebih dahulu engkau telah menyelesaikan target penerimaan pajak, dan rasa jauh dari keluarga tercinta yang selama ini engkau rasakan. Serta teriring doa selalu dari kami keluarga Kelas B Diklat Fungsional Dasar angkatan III tahun 2018.

Hey... sampai jumpa di lain hari,

Untuk kita bertemu lagi,

Kurelakan dirimu pergi,

Meski pun,

ku tak siap untuk merindu

Ku tak siap tanpa dirimu,

Kuharap terbaik untukmu...... (*)

*) Tulisan ini merupakan pendapat pribadi penulis dan bukan cerminan sikap instansi di mana penulis bekerja.